Nasyid

Friday, March 23, 2012

Pandangan Mereka Terhadap Jihad


“Sesungguhnya kehebatan para Da’ei, kekuatan dan keberkesanan dakwah dan kemuliaan umat islam tidak akan wujud melainkan dengan melaksanakan jihad pada jalan Allah”Mereka yang percaya bahawa Islam boleh berkembang ke arah kejayaan tanpa Jihad, Peperangan dan Darah adalah sekadar bermimpi dan tidaklah mereka itu memahami sifat sebenar agama ini. Kehormatan seseorang Da'i, pengaruh Islam dan maruah serta harga diri umat Islam tidak akan dapat diperolehi tanpa Jihad. ~ Asy-Syahid Asy-Syeikh Abdullah Azzam~

“Sedangkan apabila satu jengkal saja dari tanah negeri kaum muslimin diceroboh oleh musuh, baik itu bahagian bumi yang berupa pergunungan, tanah kosong, atau daratan, maka jihad hukumnya menjadi fardhu ‘ain bagi setiap muslim yang mendiami daerah tersebut! Seorang wanita boleh keluar menuju medan jihad tanpa keizinan suami – akan tetapi harus disertai mahram – seorang hamba boleh berangkat menuju medan jihad tanpa keizinan tuannya, seorang anak boleh pergi menuju medan jihad tanpa keizinan orang tuanya, demikian juga seseorang yang berhutang boleh berangkat menuju medan jihad tanpa keizinan orang yang memberi hutang.

Maka apabila mereka semua belum cukup mampu untuk mengusir musuh, atau apabila mereka meremehkan dan lalai terhadap kewajiban jihad, bermalas-malasan, atau duduk-duduk saja tanpa peduli dengan jihad, maka hukum fardhu ‘ain jihad ini semakin melebar kepada orang-orang yang tinggal di sekitar mereka, kemudian orang-orang yang lebih jauh dan kepada orang-orang yang lebih jauh lagi…. Sehingga HUKUM FARDHU AIN INI meliputi seluruh kaum muslimin yang tinggal di atas bumi ini. Hukum fardhu ‘ain tersebut telah tetap dan tidak ada alasan bagi seseorang meninggalkannya. Sebagaimana dan tidak ada alasan bagi seseorang meninggalkan sholat dan puasa!” (Dr. Abdullah Azzam)


“Allah mengancam orang-orang yang tidak turut dalam jihad dengan ancaman siksa yang sangat pedih. Allah menghinakan mereka dengan berbagai gelar dan sebutan yang buruk, menganggap mereka pengecut, pemalas, lemah, dan tertinggal di belakang. Allah menjanjikan untuk mereka kehinaan di dunia. Kehinaan yang tidak dapat di hapuskan kecuali dengan berangkat ke medan jihad. Sedangkan di akhirat, Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang pedih” ~Asy-Syahid Hassan Al-Banna~



Sungguh kita merasa sangat pedih dan sakit hati, ketika kita menyaksikan ibadah jihad ini yang bekasnya terhapus sehingga tidak terlihat lagi, cahayanya telah padam di tengah para makhluk, malam yang tadinya terang oleh rembulan berubah menjadi gelap, siangnya menjadi petang setelah tadinya penuh cahaya, dahan-dahannya layu setelah tadinya segar penuh dedaunan, pancaran keelokannya sirna setelah tadinya bersinar, pintu-pintunya tertutup sehingga tidak bisa dibuka lagi, saranasarananya dibelenggu sampai tidak bisa keluar, kuda-kudanya tertahan sehingga tidak lagi berpacu, singa-singanya hanya terduduk dan tidak mau bangkit, sementara tangan-tangan hina milik orang-orang kafir telah menggeranyangi kaum muslimin dan tidak mau ditarik lagi, pedang-pedang tidak lagi terhunus kepada musuh-musuh agama disebabkan sikap menuruti dorongan hidup santai dan aman, lidah yang biasanya memanggil kaum beriman untuk keluar berperang telah membisu, pesta-pesta perkawinan menyambut orang yang mati syahid tinggallah kenangan, sebab tidak ada lagi orang yang mau mengajukan lamaran, manusia telah meremehkan urusan jihad, seolah mereka bukan orang yang diperintah untuk melaksanakannya.




"Kami takkan menyerah diri, kami hidup atau kami mati, akan datang selepas kematianku generasi demi generasi yang akan memerangi kalian" Asy-Syahid Umar Mukhtar




"Ketika aku melihat sekelompok pasukan Chechnya yang berikat kepala La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah dan meneriakkan Allahu Akbar, aku jadi mengetahui kalau di Chechnya ada jihad. Dan aku memutuskan wajib bagiku untuk pergi ke tempat mereka. ~Asy-Syahid General Khattab~





“ Yang wajib kita perjuangkan ialah Islam, bukan bangsa. Perjuangan bangsa ialah perjuangan taghut yang Nabi tidak mengaku umat. Apalagi kerajaan yang zalim yang tidak menghukum dengan hukum Allah, memakai undang-undang otak manusia. Sebab itu jika mereka mati di dalam perjuangan bangsa, Nabi tidak mengaku umat” ~As-Syahid Ustaz Ibrahim Libya~




"Jika ada rukun Islam keenam, maka jihadlah yang paling layak menduduki tempat itu" ~Said Hawwa~




“Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menjual akhirat (syurga) yang abadi dengan kehidupan dunia yang fana ini”. “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!” ~Asy-Syahid Sayyid Qutb~





Jadi mengapa kami mendeklarasikan perang melawan kekuatan superpower ini? Superpower yang menguasai berbagai negeri yang jika dibandingkan, sungguh kekuatan kita tidak bererti apa-apa? Tetapi mengapa (padahal kita sadar kekuatan kita tidak sebanding) kita mendeklarasikan perang ini? Kita mendeklarasikan perang, karena Allah memerintahkan kita, Allah memerintahkan kita agar menegakkan hukumNya dan hidup di bawah SyariatNya. Karena itu hari ini, ketika Allah telah memerintahkan kita untuk memerangi kaum kuffar, memerintahkan kita untuk menerjuni medan perjuangan ini, maka setiap kita harus ikut serta. Wajib bagi kita untuk menyertai dengan apa saja kemampuan kita. Bahkan jika kita tidak memiliki daya apapun, setidaknya berdoalah dengan tulus kepada Allah untuk menolong Jihad dan Mujahidin, setidaknya berilah dukungan terhadap Jihad dan Mujahidin, setidaknya Anda harus membenci dalam hati Anda ketika seorang kafir menindas seorang muslim dan menghalanginya untuk menyembah Allah semata-mata dengan merdeka, menegakkan Din, menyampaikan dakwah, dan hidup di bawah naungan Al Quran; Jika kita ada dalam kondisi sedemikian lemahnya sehingga tidak dapat ikut serta langsung dalam Jihad, maka kita wajib mendukung Jihad dan membela ahlinya, wajib membenci dan mencela orang-orang kafir, wajib berbicara tentang hal ini, tapi hari ini bahkan untuk bicara hal tersebut mereka menghalanginya! di sinilah letak seluruh penyimpangan itu.

No comments:

Post a Comment