Nasyid

Wednesday, November 30, 2011

Kerberlangsungan Jihad Di Mindanau, Filipina


Allah Subhanahu Wa Taala Bertanya Kepada Hamba-hamba NYA Yang Beriman:

Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”
(An-Nisaaa:75)














"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan taghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah"
(An-Nisaa:76).


Wahai saudaraku.. Jihad sedang berlangsung.. Islam sedang diperangi, dibantai dengan begitu ganas.. Islam telah memanggil pemuda-pemudanya untuk tampil membelanya.. tapi engkau masih tidur, engkau biarkan Islam lemas hampir mati, engkau tidak ambil kisah dengan Islam, yang kau kisah hanyalah perutmu saja..

Apa yang engkau buat untuk membela Islam??? hanya cakap-cakap? hanya tulis-tulis? hanya hulur wang? atau hanya doa saja????
Sedangkan yang diwajibkan keatasmu ialah berperang jihad..
Apa engkau nak jawab di hadapan Allah kelak apabila di tanya, 'Ke mana engkau buang ayat-ayat jihad yang bercambak dalam Quran???
Mengapa tidak melaksanakannya ayat-ayat jihad itu sedangkan sudah tiba masanya???'

Friday, November 18, 2011

Kemenangan Jihad Di Checnya 2000M

Ini video jihad Di Checnya yang berlaku pada tahun 2000 masihi..


Mujahidin dengan izin Allah telah berjaya menyerang hendap konvoi tentera russia, negara red giant, sehingga menyebabkan mereka mengalami kekalahan teruk. Puluhan kereta kebal diletupkan dan dimusnahkan.. Mayat-mayat tentera kuffar russia bergelimpangan.. Alhamdulillah.. Allahuakbar!


"Wahai orang-orang yang beriman! Mahukah Aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya? Iaitu, kamu beriman kepada Allah dan rasulNya, serta kamu berjihad membela dan menegakkan agama Allah dengan harta benda dan nyawa kamu; yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui (hakikat yang sebenarnya)."

(As-Saff: 10-11)





Jangan disangka bahawa dengan bilangan mujahid yang sedikit, mereka tidak dapat mengalahkan jumlah musuh yang ramai. Hal ini kerana dalam sejarah Islam sudah berapa banyak terjadinya bilangan mujahid yang sedikit dapat mengalahkan tentera kuffar yang ramai lagi dilengkapi persenjataan yang mordern. Asalkan kita terus taat kepada Allah.


"Wahai Para Nabi! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, nescaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, nescaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, kerana orang2 kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti."
(Al-Anfal: 65)


Mudah-mudahan, video ini dapat menambah semangat jihad kita.
Segala aksi dalam video ini adalah syarie sekalipun nampak kejam bagi hati insan yang tidak mengerti.

Tuesday, November 8, 2011

Panggilan Jihad Dari Patani Darussalam


"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi (kaum Muslimin), kerana sesungguhnya mereka telah dianiayai. Dan sesungguhnya Allah benar-benar berkuasa menolong mereka itu untuk mencapai kemenangan" (Al-Haj:39)


Gambaran Penderitaan Umat Islam Di Patani Darussalam






Gambaran Jihad Di Patani Darussalam







Berperang Di Jalan Allah merupakan kewajipan kita, hukumnya telah menjadi fardhu 'ain dan ia tidak akan gugur sehinggalah negeri Islam ini dikembalikan ke tangan Islam dan musuh yang menceroboh berjaya dihalau. Bersiap-siaplah untuk berperang di Jalan Allah, jika kita masih alpa dan leka maka berdosalah kita.


Tinggalkan kehidupan dunia yang penuh dengan tipudaya dan fana ini, untuk menuju ke negeri jihad. Kerana ada kehidupan yang lebih baik yang Allah sediakan untuk kita sebagai ganti kehidupan dunia ini. Berjihadlah di Jalan Allah sehingga mati syahid, Allah beri jaminan syurga untuk kita.


"Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan (dan mudah bergerak) ataupun dengan keadaan berat (disebabkan berbagai-bagai tanggungjawab); dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah (untuk membela Islam). Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah 41)

Wednesday, November 2, 2011

Gambaran Jihad Di Indonesia


Firman Allah SWT:

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi (kaum Muslimin), kerana sesungguhnya mereka telah dianiayai. Dan sesungguhnya Allah benar-benar berkuasa menolong mereka itu untuk mencapai kemenangan" (Al-Haj:39)






Seandainya video tidak dapat play, sila klik pada: www.archive.org/details/Jihad.Seram

Singa-Singa Islam Di Palestin


Saksikanlah Video Klip Gambaran Jihad Di Palestin. Bertapa saudara saudara kita sedang mati-matian berjihad membela dan menegakkan Islam dengan darah dan nyawa mereka.. Sedangkan kita masih tenggelam dalam lautan dunia dan nafsu syahwat..




Jihad dengan senjata bukan fardhu ke atas rakyat Palestin, tapi fardhu ke atas seluruh umat Islam di dunia ini, sehingga tanah Islam Palestin kembali ke tangan Islam. Sehingga lenyapnya agama-agama bathil dan Islam tertegak.


Ayuh mujahid.. Ayuh mujahidah.. Bersiap sedialah untuk menunaikan fardhu jihad




Firman Allah SWT

"Perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah(syirik) lagi dan menjadilah agama itu semata-mata hanya untuk Allah.. "
(Al-Baqarah:193)

Tuesday, November 1, 2011

Kisah Sayyid Qutb: Mujahid Sejati Mencari Mati



Firman ALLAH:

“Oleh itu, hendaklah orang-orang yg menjual kehidupan dunia untuk akhirat berperang di jalan Allah.Dan barang siapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yg besar kepadanya.” An-Nisa : 74, 75, 76





Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.
Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh.


Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah dua orang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).
Salah seorang polisi itu mengetengahkan kisahnya kepada kita: Ada banyak peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, lalu peristiwa itu menghantam kami dan merubah total kehidupan kami. Di penjara militer pada saat itu, setiap malam kami menerima orang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Setiap orang-orang itu tiba, atasan kami menyampaikan bahwa orang-orang itu adalah para pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi.


Karena itu, dengan cara apapun kami harus bias mengorek rahasia dari mereka. Kami harus dapat membuat mereka membuka mulut dengan cara apapun, meski itu harus dengan menimpakan siksaan keji pada mereka tanpa pandang bulu.
Jika tubuh mereka penuh dengan berbagai luka akibat pukulan dan cambukan, itu sesuatu pemandangan harian yang biasa. Kami melaksanakan tugas itu dengan satu keyakinan kuat bahwa kami tengah melaksanakan tugas mulia: menyelamatkan negara dan melindungi masyarakat dari para “pengkhianat keji” yang telah bekerja sama dengan Yahudi hina.


Begitulah, hingga kami menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat kami mengerti. Kami mempersaksikan para ‘pengkhianat’ ini sentiasa menjaga shalat mereka, bahkan sentiasa berusaha menjaga dengan teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. Ketika ayunan pukulan dan cabikan cambuk memecahkan daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. Lisan mereka sentiasa berdzikir walau tengah menghadapi siksaan yang berat.


Beberapa di antara mereka berpulang menghadap Allah sementar ayunan cambuk tengah mendera tubuh mereka, atau ketika sekawanan anjing lapar merobek daging punggung mereka. Tetapi dalam kondisi mencekam itu, mereka menghadapi maut dengan senyum di bibir, dan lisan yang selalu basah mengingat nama Allah


.
Perlahan, kami mulai ragu, apakah benar orang-orang ini adalah sekawanan ‘penjahat keji’ dan ‘pengkhianat’? Bagaimana mungkin orang-orang yang teguh dalam menjalankan perintah agamanya adalah orang yang berkolaborasi dengan musuh Allah? Maka kami, aku dan temanku yang sama-sama bertugas di kepolisian ini, secara rahasia menyepakati, untuk sedapat mungkin berusaha tidak menyakiti orang-orang ini, serta memberikan mereka bantuan apa saja yang dapat kami lakukan.


Dengan ijin Allah, tugas saya di penjara militer tersebut tidak berlangsung lama. Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya dipenjara seseorang. Kami diberi tahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Qutb.



Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan. Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.
Malam itu seorang sheikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah, sebelum dieksekusi.



(Sheikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa ilaha illa Allah…”. Sayyid Qutb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Sheikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan Laa ilaha illa Allah”. Pent)



Dini hari esoknya, kami, aku dan temanku, menuntun dan tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.
Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentara menempati posisinya dengan senjata siap.



Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher Beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi.
Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan.


Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyah kepada saudaranya, untuk tetap tsabat dan shabr, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di Surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para Shahabat. Tausiyah ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD!” Aku tergetar mendengarnya.



Firman Allah SWT:

“Dan di antara manusia yang mengorbankan dirinya kerana mencari keredhoan Allah SWT dan Allah maha pengampun kepada hamba-hambanya.” (al baqarah: 207)


Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda. Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Qutb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka.


Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap Anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari Presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga Anda dan seluruh teman-teman Anda akan diampuni”.
Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah pulpen, lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… Aku bersalah dan aku minta maaf…”


(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Qutb dipenjara, lalu datanglah saudarinya Aminah Qutb sembari membawa pesan dari rejim thowaghit Mesir, meminta agar Sayyid Qutb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada Presiden Jamal Abdul Naser, maka ia akan diampuni.


Sayyid Qutb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “…“Telunjuk yang sentiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rejim thowaghit…””. Pent)



Sayyid Qutb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa Beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan Akhirat yang abadi”. Perwira itu berkata, dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…”


Ustadz Sayyid Qutb berkata tenang, “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”
Aku menyaksikan seluruh episode ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.


Segera, para eksekutor akan menekan tuas, dan tubuh Sayyid Qutb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan semua mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya… Mereka mengucapkan, “Laa ilaha illah Allah, Muhammad Rasulullah…”


Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertobat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hambaNya yang sholeh. Aku sentiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku



Firman ALLAH:

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan nyawa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berPERANG pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran; dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual-belinya itu, dan (ketahuilah bahawa) jual-beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar. (at taubah 110)

Gambaran Jihad Di Afghanistan



DOCUMENTARY: THE CRY OF TAKBEER
DOKUMENTARI: TANGISAN TAKBIR

"Katakanlah Wahai Muhammad: Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (At-Taubah:24)





















Berdoalah semoga Allah memberikan kemenangan kepada mujahidin di Afghanistan yang sedang mati-matian berjihad membela dan menegakkan Islam, dikala kita sedang tenggalam dalam lautan dunia dan nafsu syahwat.


Bangkitlah dengan Quran dan pedang! Bersiap sedia untuk berperang di jalan Allah! Pasakkan rasa cinta kepada mati syahid..


Semuanya ini hanya semata-mata demi memenuhi perintah Allah yang termaktub dalam Quran dan Sunnah..




Perintah Allah:

"Perangilah mereka itu sehingga tidak ada fitnah(syirik) lagi dan menjadi agama itu semata-mata hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti maka tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim" (Al-Baqarah:193)